Sabtu, 27 Agustus 2016

Tatkala Orang Jepang Berbudaya Mandar



RAKYATKU.COM, POLMAN - Sayyang Pattuqduq atau Kuda Menari di Polewali Mandar sudah menjadi tradisi di setiap acara yang dilakukan oleh masyarakat. Penunggangnya adalah perempuan Mandar yang cantik menawan. Namun kali ini, justru wisatawan Jepang yang menungganginya di Gonda Desa Laliko Kecamatan Campalagian. 
Mereka terlihat sangat senang bisa menaiki Kuda Menari dengan berpakaian lengkap adat Mandar layaknya gadis Mandar. Kesenangan mereka pun memuncak, saat musik rebana mulai ditabuh dan kuda pun menari. Wisatawan tersebut lalu diarak keliling kampung.
"Barusan ada begini Pak. Unik sekali. Cantik sekali pake pakaian Mandar," ujar Sitti warga sekitar yang antusias melihat pertunjukan yang lain daripada biasanya di tanah Mandar.

Setelah ber-Sayyang Pattuqduq, mereka kembali diajak naik delman atau bendi berkeliling kampung untuk melihat proses pembuatan sarung sutra mandar. Karenanya, para wisatawan ini berharap, bisa kembali mengunjungi Polman. "Saya sangat senang dengan Polman. Di sini, saya bisa banyak melihat hal yang belum pernah saya temukan di negara saya. Masyarakatnya juga baik dan ramah" kata Momoka, salah satu wisatawan Jepang.